Ibu Yuni, Potret Wanita Perkasa dan Ibu Pendaki Gunung di Usia 66 Tahun.

Usia hanyalah angka. Ungkapan yang sangat tepat bagi Ibu Yuni atau lebih dikenal dengan panggilan Ibu Pendaki. Usia 66 tahun tak menghalangi beliau untuk terus aktif mendaki gunung, hobi dan aktifitas ekstrim yang membutuhkan tenaga dan stamina prima. Hobi yang lebih banyak digeluti kaum muda.

Suatu kehormatan besar berkesempatan bertemu dan berinteraksi beliau dalam acara Gunung Prau Coffee Day. Event yang diselenggarakan oleh Gerakan Pemuda Peduli Potensi Batang (GP3B) bekerja sama dengan berbagai komunitas asal Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Kami berdua diundang sebagai nara sumber untuk berbagi cerita dengan peserta event yang didominasi pencinta kopi dan penggiat alam dari berbagai tempat. Di penghujung acara Bedah Buku Kilimanjaro, beliau mengajukan pertanyaan tentang situasi dan cara pendakian di Kilimanjaro.

Sejujurnya, aku baru mengenal Beliau kala itu. Sejujurnya lagi, aku terharu dan speechless dengan beliau yang aktif mendaki sejak 7 tahun silam. Tak pernah menyangka sosok wanita lugu asal pekalongan itu masih sanggup melakukan pendakian. Terhitung sudah banyak gunung yang di daki, dalam dan luar Jawa. Terakhir beliau menjejakkan kaki di Puncak Gunung Rinjani lewat Jalur Sembalun. Waktu tempuh yang dibutuhkan hanya 7 jam! Rencananya bulan juni mendatang, beliau akan mendaki salah satu gunung impian beliau, Gunung Semeru!Salut, hormat dan Bravo buat Ibu Yuni.

Keesokan harinya, Mas Menank, salah satu anak beliau mengajakku untuk bikin vlog sambil ngobrol santai. Ternyata banyak cerita menarik yang mewarnai pendakian. Termasuk rasa kesalnya saat mendaki ke Rinjani dan harus melewati 5 bukit yang tak kunjung berakhir. Namun yang menarik adalah komentar beliau,

“Saya ndak sakit saat mendaki gunung, namun saat tinggal di hotel dengan AC dingin, hanya beberapa jam Ibu sudah dibawa ke rumah sakit karena ndak bisa nafas!”

Tentu saja cerita itu membuat kami yang mendengarnya tertawa. Ceritanya beliau dan anak-anaknya diundang untuk mengisi acara di salah satu TV swasta. Di Jakarta beliau sekeluarga di tempatkan di salah satu hotel berbintang. Mas Menank yang ikut mendampingi kami ikut bercerita tentang kejadian lucu yang mereka alami. Mulai dari kesulitan membuka pintu kamar hingga bingung cara menyalakan lampu kamar hotel. Yang paling seru saat Ibu Yuni harus masuk rumah sakit akibat dingin AC. Alhasil hotel yang sudah di booking selama 3 hari hanya ditempati semalam! Usai syuting, Ibu Yuni sekeluarga langsung pulang. Hehehe

Acara nge-vlog bareng berselimut kabut tipis kawasan wisata Agro Wisata Damar Asri di Desa Ledes Kecamatan Bawang Kabupaten Batang itu berlangsung seru dan akrab. Banyak hal-hal menarik yang kami diskusikan. Ibu Yuni dan keluarga yang semuanya gemar mendaki gunung membuatku sangat terkesan. Di akhir pertemuan, sebuah buku Kilimanjaro bertanda tangan dan dibubuhi pesan, semoga sepak terjang Ibu Yuni dapat menjadi inspirasi bagi seluruh wanita dan ibu di Indonesia untuk terus beraktifitas. Sebelum berpisah, aku berbisik kepada Mas Menang, “Tolong jaga kesehatan Ibu baik-baik dengan sering kontrol ke dokter. Bukan untuk mencegah ibu mendaki gunung, setidaknya bisa mengantisipasi jika terjadi apa-apa dengan kesehatan beliau saat pendakian.”

Kami pun berjanji akan sering berkomunikasi dan semoga suatu saat diberi kesempatan mendaki bareng.

Mari bersama kita doakan agar Ibu Yuni senantiasa dilindungi Tuhan Yang Maha Esa, diberikan kesehatan dan kekuatan untuk mendaki gunung-gunung di Indonesia dan dunia!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s