Tips Memilih Alat Pendakian – Part 2

Alat berikutnya yang akan kita bahas adalah :

3. Jaket

Tergolong alat penting dan wajib dibawa setiap pendakian, pemilihan jaket perlu perhatian khusus. Tak membawa jaket saat mendaki dapat berakibat serius. Cuaca dan suhu pegunungan yang dingin bisa menjadi racun mematikan jika tak diantisipasi dengan pemilihan jaket yang tepat.

Seperti alat pendakian lainnya,jaket pun kini beredar dengan berbagai pilihan jenis, warna, model dan merk, baik dari dalam maupun luar negeri. Harga tentunya tergantung dari bahan dan kualitas.

Dalam memilih jaket, faktor fungsi dan ketahanan terhadap suhu tertentu menjadi pertimbanganku. Selain hal lain seperti model, warna, berat dan pastinya harga. Banyak ragam jaket beredar dengan berbagai fungsi. Entah sadar atau tidak, terkadang faktor ketahanan terhadap suhu tertentu luput dari perhatian. Jaket yang harus digunakan dalam pendakian saat di gunung daerah tropis dan gunung bersalju pastinya berbeda. Meskipun suhu dingin ekstrim sering terjadi saat mendaki di gunung iklim tropis namun pastinya berbeda dengan suhu di pegunungan atau kawasan bersalju yang bisa menembus suhu di bawah titik beku (nol derajat). Jaket yang digunakan pun pastinya berbeda.

Setiap jaket memiliki ketahanan terhadap suhu dingin berbeda-beda. Beberapa produk, khususnya produk luar, mencantumkan minimum suhu yang masih sanggup ditahan. Jika tak tercantum, tak ada salahnya menanyakan kepada penjaga toko. Pastikan jaket yang dibeli sanggup menahan dingin udara gunung yang akan di daki. Udara gunung di Indonesia, selain di cartenz, biasanya berkisar antara 5 hingga 20 derajat. Jika berniat mendaki gunung bersalju di luar Indonesia, tentu saja jaket yang dikenakan juga berbeda.

Selain jaket luar, ada juga jaket dalam yang sering dikenakan jika ke gunung dengan suhu ekstrim dingin. Namanya down jaket. Mirip2 sweater tapi lebih ngepas atau fit ke badan. Tujuannya agar mengurangi udara yang bisa terperangkap antara jaket luar dengan permukaan kulit. Udara dingin itulah yang akan membuat kita semakin dingin saat di gunung.

Faktor warna juga menjadi pertimbangan penting. Jika diamati, mayoritas jaket dan peralatan gunung dibuat warna-warni nge-jreng. Ini ada tujuannya, bukan sekedar gaya-gayaan atau biar indah difoto. Warna yang terang akan membuat pendaki mudah terlihat atau terlacak jika terjadi sesuatu. Naudzubillah, contohnya saat tersesat. Jaket dengan warna terang akan membuat pendaki lebih mudah dikenali saat pencarian baik lewat darat ataupun dari udara.

Hindari menggunakan jaket warna kusam seperti abu-abu, hitam, coklat saat mendaki. Warna-warna itu bisa nyatu dengan warna pasir, tanah, pohon dan lainnya. Pakailah warna terang. Hindari pula menggunakan warna putih saat mendaki gunung salju. Anda tak akan terlihat andai terjadi musibah salju longsor. Warna pelangi dan stabilo adalah warna favorit jaket pendakian. Tak perlu malu dibilang norak. Selain ada fungsinya, saat di foto juga terlihat eye catching. Cobain!

4. Sepatu

Sepatu yang nyaman di kaki adalah kunci dan faktor penting dalam memilih sepatu pendakian. Mutu dan kualitas menjadi pertimbangan utamaku dalam memilih sepatu. Meski memang tak jarang harganya lumayan menguras tabungan. Tapi yang perlu diingat, pemilihan sepatu yang tepat juga sangat penting dalam pertimbangan faktor keselamatan dan keberhasilan pendakian.

Selain kualitas, faktor ringan juga ikut jadi pertimbangan. Sepatu yang berat akan menguras banyak tenaga saat trekking dan hiking. Apalagi saat harus berjalan di atas salju menggunakan crampon (alas sepatu bergigi). Sekedar info berat sepasang crampon bisa mencapai 3 kg. Jadi kalau sepatujya sudah berat di tambah crampon sama dengan ngos-ngosan.

Pemilihan alas sepatu atau lebih sering dikenal dengan istilah sol sepatu tak kalah pentingnya. Pilihlah sepatu dengan alas bergerigi kasar. Tujuannya untuk membantu saat melakukan pendakian di jalur licin dan basah. Hindari menggunakan sepatu dengan alas yang datar seperti sepatu olah raga.

Saat ini sudah banyak sepatu anti air atau water proof beredar di toko-toko outdoor. Selain menahan air, sepatu waterproof juga bisa menjaga suhu di kaki.

Khusus untuk pendakian ke gunung bersalju, pastikan untuk menggunakan sepatu dengan alas atau sol yang tebal. Yup, agar suhu dingin es yang terinjak tidak tembus hingga ke kaki. Meskipun sudah menggunakan crampon yang hanya berfungsi menancapkan sepatu ke gumpalan salju. Bukan mencegah dingin.

Satu hal yang harus diingat, jangan sekali-kali menggunakan sepatu baru saat mendaki. Pastikan sepatu yang baru dibeli sudah digunakan beberapa minggu sebelum membawanya mendaki. Selain untuk membiasakan diri dan kaki, penggunaan sepatu baru juga dapat menimbulkan luka lecet di pergelangan kaki. Maksud hati ingin pamer sepatu baru malah bikin pendakian jadi kacau. Hehehee

Pemilihan jaket dan sepatu yang tepat akan menjadikan pendakian kamu jadi lebih unforgettable. Yang tak kalah penting, dapat menghindarkan kamu dari hawa dingin dan serangan hypothermia.

Sekian dulu tips kali ini. Alat berikutnya adalah sleeping bag dan outfit (baju celana).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s