Gunung Cikuray: Antara Kabut, Ego dan Hypothermia

Jika ditanya apa gunung favoritku? Jawabannya adalah Gunung Cikuray. Tak tanggung-tanggung, aku sudah mendaki hingga 5 kali. Semua melewati jalur sama, Pamalayang, Bayongbong. Sejak pertama kali mendaki 2015 silam, selalu ada rasa rindu untuk kembali ke sana. Terakhir akhir pekan kemarin. Agak berbeda dengan pendakian-pendakian sebelumnya, pendakian seorang diri kali ini berlangsung dramatis. Kenapa? Ikuti … Continue reading Gunung Cikuray: Antara Kabut, Ego dan Hypothermia

Advertisements