Umroh ala Backpacker, Bisa?

DSC00621

Umroh kembali jadi perhatian publik belakangan ini. Sejumlah kasus penipuan yang dilakukan oleh beberapa travel seperti menampar wajah negeri ini. Korbannya mencapai puluhan ribu. Uang dan passport sudah di setor, namun tak kunjung berangkat juga. Ironisnya, sang pemilik travel malah sibuk mengunggah foto-foto gaya hidup hedonis dan glamournya di sosial media. Ribuan jempol, like dan comment pun mengalir ke instagram sang pemilik travel. Bergaya hidup mewah dengan menggunakan uang milik jemaah yang berharap bisa berkunjung ke rumah sang Maha Pencipta?

DSC00762

Tak bisa dipungkiri animo masyarakat untuk mengunjungi Kota Suci Mekkah dan Medinah semakin meningkat akhir-akhir ini. Baik itu dengan cara berhaji atau umroh. Mengingat system kuota diberlakukan Saudi Arabia tidak sebanding jumlah peminat Jemaah Haji, umroh adalah cara paling instant.

Biro perjalanan atau travel penyelenggara umroh pun bermunculan bak cendawan di musim hujan. Ada yang memiliki izin resmi dari Kementerian Agama (Kemenag) ada pula yang ‘nebeng’ travel lain yang sudah mengantongi izin. Harga dan paket yang ditawarkan pun beragam. Mulai dari yang paling murah hingga yang harganya melebihi biaya haji regular. Tergantung musim, jenis pelayanan dan fasilitas lain yang bisa dinikmati selama umroh.

DSC00758

Wacana umroh sambil backpacker sudah sering menyeruak khususnya di kalangan pejalan atau traveler. Bahakan sudah pernah di filmkan. Mereka yang sudah terbiasa bepergian ke luar negeri dengan cara ‘ngeteng’ atau backpacker-an melihatnya sebagai peluang sekaligus tantangan. Apakah bisa menunaikan ibadah di Tanah Suci  dengan cara backpacker yang lebih murah dan terjangkau? Jawabannya, sangat mungkin!

Kaum backpacker yang sudah terbiasa dengan dunia perjalanan tentunya tak sulit melakukan ibadah umroh dengan cara ‘ngeteng’ atau ‘ngemper’. Meskipun hal ini masih pro dan kontra di beberapa kalangan. Ada yang berpendapat bahwa tujuan utama menunaikan umroh adalah untuk beribadah.  Aktifitas itu harusnya tidak ingin direpotkan dengan hal ‘remeh-temeh’. Istilahnya, jangan pelit buat  umroh, apalagi bakal ribet mengurus segala dokumennya. Memilih travel atau biro perjalanan adalah cara terbaik. Benarkah?

Jpeg
Jpeg

Hal-hal yang harus diperhatikan saat akan melakukan umroh adalah:

1. Visa dan Passport

Sama saat akan berkunjung ke negara lain, kedua documen ini teramat penting. Saudi Arabia tidak memberlakukan Visa on Arrival (VoA) untuk kunjungan apapun, baik umroh, haji ataupun kunjungan biasa. Visa harus diurus terlebih dahulu di Kedutaan Besar Saudi Arabia di negara asal sebelum keberangkatan. Sayangnya , visa tidak bisa diurus secara orang per orang atau independent, harus kolektif. Di sinilah perlunya peran biro jasa atau travel untuk pengurusan visa. Pihak travel akan mengenakan biaya untuk itu. Info yang tertera di stiker visa menyebutkan bahwa visa umroh untuk warga Indonesia adalah free atau gratis. Semua harus mengeluarkan biaya kan?

Seperti aturan di beberapa negara untuk pengurusan visa, salah satu syarat untuk mendapatkan visa umroh adalah menunjukkan bukti bookingan hotel di Mekkah dan atau Medinah. Biasanya pihak travel akan membuat paket pengurusan visa dan biaya booking hotel. Jika bisa nego, silahkan minta hanya pengurusan visa dan hotel akan diurus sendiri. Tapi tentunya bukti bookingnya harus dibawa saat pengurusan visa. Nama hotel dan durasi waktu tinggal akan tercetak dalam bentuk sticker dan ditempel di bagian belakang passport. Andai pihak travel tetap mengharuskan bookingan hotel masuk dalam paket, mintalah hotel yang murah, tak perlu harus dekat dari Masjidil Haram atau Masjid Nabawi. Kenapa? Nanti kita bahas.

Passport yang digunakan untuk ke Saudi Arabia sama dengan passport yang selama ini digunakan. Hanya saja ada pengecualian dalam hal nama yang tertera di passport. Khusus bagi anda yang memiliki nama dengan 3 suku kata, tak masalah. Namun bagi anda yang memiliki nama hanya 1 atau 2 suku kata, anda terlebih dahulu harus melakukan endorsement passport di kantor imigrasi. Caranya mudah, hanya perlu menambahkan nama orang tua di belakang nama anda. Syaratnya hanya dengan menujukkan akta kelahiran dan kartu keluarga.

Tambahan buat wanita, anda harus didampingi muhrim (saudara laki-laki, bapak, atau paman) untuk berangkat umroh. Jika tidak ada? Lagi-lagi, pihak travel bisa membantu dengan catatan….bayar!

2. Hotel

Banyak yang beranggapan bahwa hotel terbaik saat melakukan umroh adalah hotel yang ada di dekat masjid. Bisa jadi benar bisa tidak, tergantung kebutuhan, usia, kesehatan dan tentunya gaya hidup. Perlu diingat bahwa tujuan kita melakukan umroh adalah ibadah. Ibadah terbaik adalah ibadah yang dilakukan di masjid atau Baitullah. Allah SWT sudah menjanjikan pahala 100 ribu kali lipat untuk 1x shalat di Masjidil Haram dan 1000 kali lipat shalat di Masjid Nabawi. Superb sekali kan?

Di Tanah Suci, hotel hanya berfungsi sebagai shelter tempat istirahat sejenak untuk mengembalikan dan memulihkan stamina. Untuk tidur, mandi dan makan. Selebihnya waktu dimanfaatkan semaximal mungkin untuk beribadah di masjid.

Harga hotel di Mekkah dan Medinah sangat bervariasi. Biasanya harga sangat ditentukan oleh jarak ke masjid baik Masjidil Haram ataupun Masjid Nabawi. Semakin dekat dari masjid, harganya semakin mahal.

Kenapa harus memilih hotel yang dekat? Sudah dijelaskan bahwa hotel berfungsi sebagai shelter tempat transit dan istirahat sementara. Untuk tidur, mandi dan makan. Jika memilih cara backpacker, ketiga aktivitas itu bisa dilakukan di masjid. Taruhlah anda book hotel hanya untuk persyaratan mendapatkan visa. Selanjutnya? Tidur di masjid, mandi di terminal, makan di emperan sudah biasa kita lakukan saat backpacker, bukan? Itu pun bisa dilakukan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Tak perlu kuatir, Jemaah dibolehkan tidur di masjid baik di Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi. Itung-itung I’tikaf. Air Zam-Zam gratis tersedia di hampir setiap sudut masjid hingga ke pelataran.

Kamar mandi dan toilet berjumlah ratusan lengkap dengan shower dan air panas, semuanya gratis. Makanan? Gak perlu repot, pedagang makanan tersebar di mana-mana di sekitar masjid. Mulai dari fast food semisal ayam goreng, bakso, rawon hingga somay. Kalau beruntung, beberapa orang sering bersedekah dan berinfak dengan cara membagikan makanan dan minuman gratis (biasanya Kurma dan minuman hangat) kepada jamaah masjid usai waktu shalat. Bukan hanya makanan, beberapa jemaah terkadang membagi-bagikan tasbih dan sorban secara gratis! Lumayan buat oleh-oleh.

3. Tiket Pesawat

Hal ini bukan hal sulit buat kaum backpacker. Berburu tiket murah di tengah malam hingga subuh hari sudah bukan hal baru. Apalagi sejak bulan lalu salah satu maskapai Low Cost Carrier telah membuka rute penerbangan Jakarta-Jeddah, transit di Kuala Lumpur. Jika anda ingin memilih airlines lain, sisa browsing dan padukan beberapa connecting flight mulai dari Jakarta hingga Jeddah atau Medinah. Hanya perlu diingat dalam membuat itinerary, khusus buat keberangkatan dari Jeddah atau Medinah, penumpang sudah harus tiba di airport King Abdul Aziz paling lambat 5 jam sebelum jadwal keberangkatan. Sekali lagi, anda harus siap dengan resiko ‘ngemper’ di terminal menunggu jam penerbangan. Sudah terbiasa, bukan?

 4. Transportasi

Transportasi di Arab Saudi mulai dari Jeddah, Mekkah dan Medinah sangat lancar. Bus-bus eksekutif yang beroperasi 24 jam siap mengantar anda ke mana saja. Selain bus, angkutan umum hingga taxi tersedia. Khusus untuk taxi, meskipun menggunakan argo, anda tetap harus menawar terlebih dahulu sebelum naik. Jangan kaget, 1 taxi bisa diisi beberapa orang, sama jika kita naik taxi di Kuala Lumpur.

 5. Manasik

Pada dasarnya manasik itu adalah ajang briefing dan training. Mengingat umroh adalah ibadah yang memiliki syarat dan rukun yang harus dipenuhi untuk menjamin sah-nya ibadah umroh yang dilakukan. Ada tata cara dan pantangan yang harus dilakukan dan dihindari. Sekedar info bahwa ibadah umroh hanya memerlukan waktu sekitar 2 jam untuk pelaksanaannya. Mulai dari bersuci, berniat dan mengenakan pakaian ihram di tempat Miqat (batas awal pelaksanaan ibadah umroh), tawaf keliling Ka’Bah, shalat sunnah setelah tawaf di belakang Maqam Ibrahim, Sa’i (berjalan dan berlari kecil antara Bukit Safa dan Marwah) diakhiri dengan prosesi Tahallul(bercukur/gundul). Selesai! Hanya itu? Yah, hanya itu. Selebihnya acara bebas. Anda bisa ke mana saja selama masih dalam wilayah Mekkah dan Medinah. Namun lebih baik panen pahala dengan memperbanyak shalat di Masjid. Pahalanya ribuan bahkan ratusan ribu lho!

Jika memilih cara backpacker, tentunya anda tidak akan mendapatkan manasik dari pihak travel kecuali hal itu sudah masuk dalam harga paket. Ingat, manasik itu sendiri perlu biaya. Setidaknya biaya untuk penceramah atau pembawa materi, sewa ruangan dan peralatan pendukung serta biaya konsumsi. Jika tak bisa ikut manasik untuk menekan biaya, banyak buku-buku tata cara pelaksanaan umroh tersedia di toko buku atau internet. Lebih mudah lagi, cari rekan, teman atau keluarga yang sudah pernah melakukan umroh. Minta bantuannya untuk menjelaskan cara pelaksanaan umroh. Pastikan gratis!

Segala hal pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan melaksanakan ibadah dengan cara backpacker yang pertama pasti lebih murah. Kenapa? Biro perjalanan atau travel adalah badan usaha yang pastinya memerlukan biaya operasional. Bukan itu saja, beberapa biaya yang timbul semuanya dibebankan kepada Jemaah. Semisal biaya pendamping , tour guide selama di Mekkah dan Medinah. Biaya lainnya seperti biaya manasik yang sudah dijelaskan di atas, biaya seragam, koper, id badge dan lain-lain. Satu hal lagi, berdasarkan pengalaman, travel di Indonesia juga menggunakan biro jasa di Arab untuk mengatur semua perjalanan, menyewa bus, hingga ke layanan catering. Tentu saja semua biaya termasuk fee untuk biro jasa di Arab harus dibayar. Siapa yang harus bayar? Pastinya anda, jemaah.

Kelebihan lainnya umroh ala backpacker adalah anda punya banyak waktu berada di Masjid untuk ibadah karena tak perlu repot bolak-balik hotel. Cukup banyak jemaah dari negara lain yang melakukan cara ini.

Kekurangan umroh cara backpacker ini adalah semuanya harus anda urus sendiri, meskipun sebagai backpacker semuanya sudah bukan hal baru. Ada banyak orang di sosial media yang sudah pernah melaksanakannya dan ingin melaksanakannya lagi. Biasanya mereka akan melakukan woro-woro untuk mencari teman perjalanan khususnya untuk pengurusan visa. Semoga akan semakin banyak saudara-saudara traveler muslim di Indonesia yang bisa melakukan ibadah ke Tanah Suci Mekkah dan Medinah dengan cara backpacker.

Hal terpenting yang perlu diingat bahwa Ibadah Haji atau Umroh berbeda dengan perjalanan traveling biasa. Perjalanan ibadah ini bukan hanya semata karena seseorang memiliki kemampuan dalam segala hal untuk melakukannya. Sekedar mengutip apa yang pernah aku dengar dari ceramah, orang-orang yang melakukan ibadah haji dan umroh adalah orang-orang terpilih dan mendapat undangan dari Allah SWT. Tak heran jika dalam kalimat Talbiyah yang didengungkan berulang-ulang usai berniat umroh atau haji adalah “Labbayk Allahumma Labbayk…. Kami datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah…”

Bagaimana caranya agar bisa mendapat undangan dari – Nya? Salah satu cara yakni mintalah pada Dia yang mengundang. Caranya sudah Allah jelaskan dalam kitab suci Al-Quran.” Iqra’ (Bacalah)…”

 

Selamat umroh…

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s