Rohingya, Aung San Suu Kyi, Myanmar dan Indonesia

IMG_4701Nama Aung San Suu Kyi kembali marak di jagad berita akhir-akhir ini. Awalnya setelah partai National League for Democracy (NLD) yang dipimpinnya memenangkan pemilihan anggota parlemen di Myanmar. Kemenangan yang sekaligus menggulingkan pemerintahan junta militer yang selama ini berkuasa. Kemenangan itu dianggap sebagai kemenangan Rakyat Myanmar. Asa dan harapan untuk menjadikan Myanmar lebih baik laksana setitik cahaya terang dengan kemenangan putri Bogyoke (Jenderal) Aung San itu.

Gedung Negara Di pusat Yangon

Menyebut Myanmar atau sebelumnya bernama Burma tak bisa lepas dari sosok Aung San Suu Kyi. Sang ayah yang dianggap pelopor kemerdekaan Myanmar dari koloni Inggris terbunuh beberapa bulan sebelum hari kemerdekaan. Mungkin itulah salah satu faktor kenapa Aung San Suu Kyi berjuang untuk ‘membalas’ kematian sang ayah. Kemenangan partai NLD menjadi puncak perjuangan beliau. Meski demikian, jalan untuk duduk di kursi presiden terganjal undang-undang. Salah satu klausa dalam UU Myanmar menyebutkan bahwa seorang presiden tidak diperbolehkan memiliki keluarga berkewarga negaraan asing. Seperti diketahui suami Aung San Suu Kyi, DR. Michael Aris adalah seorang pria berkebangsaan Inggris. Meskipun tak jadi presiden, secara de facto ibu cantik berusia 71 tahun itu adalah pemimpin tertinggi Myanmar.

IMG_5665Penderitaan Etnis Rohingya di Rakhine State, membuat nama Aung San Suu Kyi semakin populer. Bukan hal baru, penderitaan itu sudah berlangsung lama sejak beberapa tahun lalu. Banyak faktor terlibat, mulai dari sejarah masa lalu hingga faktor politik. Seisi dunia bereaksi dan simpati terhadap kaum minoritas Rohingya. Dari sudut pandang manapun tak akan pernah ada pembenaran pembantaian manusia yang dilakukan oleh sesamanya.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Sule Pagoda dan Mesjid Jami’

Rohingya menjadi ujian besar bagi Aung San Suu Kyi. Sebagai pemimpin baru usai lengsernya diktator junta militer, rakyat menginginkan sebuah perubahan khususnya dalam hal demokrasi. Ditambah lagi dengan embel-embel pemenang Nobel Perdamaian yang tersemat di dadanya. Aung San Suu Kyi harus bisa segera menyelesaikan perisitiwa memilukan itu, setidaknya dari sudut pandang kemanusiaan. Tak mudah memang karena peristiwa itu sudah berlangsung lama.

IMG_3430

Perlu di ketahui bahwa Myanmar memiliki 14 provinsi. Ada 7 yang benar-benar merupakan provinsi di bawah pemerintah pusat, dan 7 lainnya adalah state atau negara bagian. Artinya ke-7 negara bagian (state) itu memiliki otoritas penuh dalam mengatur kehidupan bernegara mereka. Mereka memiliki tatanan dan aturan sendiri termasuk memiliki angkatan bersenjata yang terlepas dari pemerintah pusat. Salah satu state itu adalah Rakhine, yang berbatasan langsung dengan Bangladesh. Inilah kendala besar Aung San Suu Kyi dalam menangani persoalan Rohingya. Tak mudah baginya untuk menembus barikade aturan ketata negaraan Rakhine. Apalagi sejak awal berkuasa, faktor rekonsiliasi nasional menjadi prioritas utamanya.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Muslim di Yangon

Tak mudah bukan berarti tak bisa. Aung San Suu Kyi memiliki modal dukungan lebih dari 85% suara baik di parlemen maupun dukungan masyarakat. Sang Dau (Bibi) hanya perlu membuktikan kepada dunia bahwa dia memang pantas mendapatkan Nobel Perdamaian. Perdamaian untuk seluruh rakyat Myanmar, apakah dia penduduk asli atau pendatang. Modal terbesar adalah karakter rakyat Myanmar. Mereka bukan orang yang tidak memiliki toleransi. Mereka bukan rakyat yang anti Islam dan Muslim. Sebagai bukti, jika suatu saat berkunjung ke Yangon silahkan ke Sule Pagoda. Titik nol Kota Yangon yang ditandai dengan sebuah pagoda. Hanya berjarak beberapa meter juga berdiri masjid Jamee. Di belakang pagoda juga terdapat Gereja. Itu sudah cukup menjadi bukti betapa tingginya toleransi antar umat beragama di Myanmar. Kalaupun ada konflik Rohingya, itu adalah ulah oknum dan segelintir orang yang memanfaatkan situasi. Orang seperti itu bukan hanya ada di Myanmar, hampir seluruh belahan bumi.

IMG_3542Dunia serempak berteriak, orasi dan simpati mengalir, tak terkecuali Indonesia. Sebagai sesama negara ASEAN, Indonesia boleh dikatakan memiliki tempat istimewa bagi Myanmar. Indonesia adalah negara pertama yang diberikan akses untuk berkunjung ke Rakhine State beberapa waktu lalu. Pesawat Indonesia bisa mendarat dengan membawa bala bantuan. Tak heran, hubungan Indonesia dan Myanmar sudah terjalin cukup lama, khususnya dalam bidang kedirgantaraan. Myanmar memiliki peran dan andil yang sangat besar dalam pendirian Indonesian Airways atau Garuda Indonesia. Tahukah anda jika Indonesian Airways (Garuda Indonesia) didirikan dan pertama kali beroperasi secara komersial di Myanmar? Berikut petikan sejarahnya :

“Pada awal Desember 1948 pesawat Dakota RI-001 Seulawah bertolak dari Lanud Maguwo-Kutaraja dan pada tanggal 6 Desember 1948 bertolak menuju KalkutaIndia. Pesawat diawaki Kapten Pilot J. Maupin, Kopilot OU III Sutardjo Sigit, juru radio Adisumarmo, dan juru mesin Caesselberry. Perjalanan ke Kalkuta adalah untuk melakukan perawatan berkala. Ketika terjadi Agresi Militer Belanda II, Dakota RI-001 Seulawah tidak bisa kembali ke tanah air. Atas prakarsa Wiweko Supono, dengan modal Dakota RI-001 Seulawah itulah, maka didirikanlah perusahaan penerbangan niaga pertama, Indonesian Airways, dengan kantor di Birma (kini Myanmar).” Sumber-Wikipedia

IMG_5804

Semoga persahabatan dan persaudaraan Indonesia dan Myanmar yang sudah terjalin sejak dulu bisa menjadi landasan pembebasan Etnis Rohingya di Rakhine. Seperti dikutip dari ucapan Bung Karno yang menganggap Myanmar  “Kawan dalam perjuangan dan perwujudan kemerdekaan sejati”

IMG_3668

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s