Taj Mahal, Bangunan Terindah Sejagad

IMG_0401India tak seindah dalam film, jorok, kumuh dan berbagai ungkapan kerap terlontar untuk menggambarkan kondisi negeri Bollywood. Namun tak dapat dipungkiri, India senantiasa memiliki daya magis luar biasa. Jutaan pelancong tetap berkunjung ke negeri Sungai Gangga itu. Selain untuk menikmati denyut nadi kehidupan di sana, salah satu daya magis penuh pesona telah menjadi landmark India, Taj Mahal.

Sejak kecil aku sudah jatuh cinta ke Taj Mahal. Bangunan mungil (menurutku saat masih imut-imut) penuh pesona. Apalagi aku yang sejak SD sudah terbiasa menonton film India karena pengaruh Mama. Mari kita jalan-jalan ke sana.

Segala akomodasi selama di Agra sudah di book sebelum aku berangkat ke India. Penginapan yang tak jauh dari Taj Mahal dengan view indah dari roof top hotel menjadi pilihan. Aku membayangkan bisa menikmati secangkir chai (teh khas India) hangat sambil menikmati senja yang menggelayut di puncak bangunan yang sudah lama ingin aku datangi.

Bersama dengan rombongan keluarga yang bekerja di Kedutaan Indonesia di New Delhi, kami berangkat menggunakan mobil bus ke Agra. Perjalanan selama 3 jam aku isi dengan tidur. Rasa kantuk masih menyerang karena semalam baru tiba dari Kashmir. Aku baru bangun saat sang supir berkumis tebal membangunkan. Waktu menunjukkan pukul 11 siang. Kami sudah tiba di Agra. Supir bus kedutaan berbaik hati mengantar ke hotel yang letaknya di sekitar South Gate. Hotel itu terletak di kawasan backpacker di jalanan sempit. Mirip jalan-jalan di poppies lane di Kuta Bali, namun di sini lebih semrawut.

Setelah check in dan meletakkan tas, aku berlari keluar kamar menuju lantai atas. Pastinya sudah tahu tujuanku, roof top!! Yah, aku ingin membuktikan bahwa hotel yang aku pesan ini memang bisa memandang Taj Mahal dari puncaknya. Ternyata benar. Dari puncak hotel, aku bisa melihat bangunan anggun nan menawan yang sudah lama aku impikan, Taj Mahal. Aku gemetar. Bulu kuduk berdiri. Pertama kalinya aku memandang Taj Mahal secara langsung dari jarak dekat. Bangunan yang sangat ingin dilihat oleh seorang anak kecil dari kampung nun jauh di pelosok Sulawesi Selatan. Sekarang bangunan itu ada di hadapannya, hanya berjarak sepelemparan batu. Ahhhhh.. sang anak yang dulu masih kecil saat ini berurai air mata.

1407486739521753809

Seusai melepaskan penat sejenak di kamar, aku keluar hotel menuju Taj Mahal. Tak jauh, hanya sekitar 500 meter. Aku terkesima melihat panjangnya antrian. Apalagi saat itu masih dalam rangkaian lebaran Idul Fitri. Mirip di Indonesia, kaum muslim sering mencari tempat wisata untuk mengisi waktu dengan keluarga saat lebaran. Begitu pula di India. Taj Mahal adalah tujuan wisata terpopuler. Aku menuju counter pembelian ticket yang terpisah antara lokal dan tourist. Perbedaan harga ticket untuk turis dan lokal juga terbilang sangat fantastis. Untuk turis dikenakan harga tiket IRS 750 (sekitar 150.000 rupiah) sementara orang lokal hanya dikenakan IRS 20 atau 4000 rupiah!

Setelah mendapatkan tiket dengan bonus sebotol kecil air mineral dan pembungkus kaki/sepatu, aku menuju antrian. Ada 2 jalur. Jalur khusus bertuliskan High Value Ticket, disampingnya ada antrian General Ticket. Maksudnya simpel, antrian tiket yang bayar mahal dan bayar murah.

1407486834396450699

Selepas pemeriksaan bawaan dan body check, aku menuju ke bangunan utama melewati sebuah gate berwarna merah bata. Itulah South Gate. Sebenarnya aku kurang nyaman untuk mengambil foto. Selain cuaca sangat terik, ratusan bahkan mungkin ribuan pengunjung juga tumpah ruah siang itu. Jadilah aku mengambil foto seadanya. Aku melangkah masuk ke bangunan utama. Setiap pengunjung wajib memasang pembungkus sepatu yang diberikan di loket tadi. Pembungkus sepatu ini perlu jika kita tidak ingin menitipkan sepatu. Pengunjung bisa langsung menggunakan pembungkus itu untuk menjaga kebersihan lantai marmer. Tak heran, bangunan cantik dan bersejarah itu masuk dalam salah satu keajaiban dunia.

14074868651704451137

Masuk ke dalam Taj Mahal ibarat masuk ke sebuah masa kejayaan dan kekayaan cinta abadi nan mendalam. Betapa tidak, hampir tidak percaya rasa cinta seorang Shah Jahan ke Mumtaz Mahal begitu luar biasa. Rasa yang tertuang ke dalam mozaik-mozaik detail dan menawan. Ukiran marmer, kaligrafi, perpaduan warna serta padu padan simetris adalah hal-hal yang sepertinya mustahil di lakukan di jaman dulu. Namun ini nyata. Tak heran jika bangunan ini selalu mengundang decak kagum para pengunjung dari seluruh penjuru dunia. Taj Mahal memang indah luar biasa….

1407486900298144270

Langkah kaki menyeretku masuk ke dalam bangunan hingga ke bagian tengah, tepatnya di bawah kubah utama. Tampaklah makam sang ratu Mumtaz Mahal yang beruntung mendapatkan cinta seorang raja seperti Shah Jahan. Keabadian cinta mereka terwujud pula di makam yang terletak berdampingan. Namun itulah satu-satunya hal yang tidak simetris yang ada di bangunan ini. Kenapa? Karena di awal Shah Jahan tidak ingin menempatkan makamnya di sisi sang ratu terkasih. “Lho kok? Lalu di mana? Tenanggg… nanti akan di ceritakan dan ditunjukkan juga fotonya.”

14074869651149129230

Makam Mumtaz Mahal

Pengunjung semakin padat dan suasana semakin panas. Aku memutuskan keluar kompleks melalui pintu barat. Tak lupa aku mampir ke Mesjid Fatehpuri yang terletak di samping kompleks untuk shalat Dhuhur.

1407486992799386552

Di sepanjang jalan keluar, banyak pedagang makanan, minuman dan souvenir yang bertemakan Taj Mahal. Harganya murah jika… jago dan sadis nawar! Kalo di Indonesia biasanya harga akan di tawar hingga setengah harga, jika di sini tawar hingga seperlima harga. Jangan kuatir mereka tidak akan memberikannya. Jika harga itu masih masuk akal, pedagangnya pasti akan memanggil. Jika tidak, pedagang lain sudah siap menarik tangan anda. Dengan geleng-geleng kepala, dia akan membujuk anda dengan janji bisa memberikan harga yang di tawar tadi. Incredible India!

1407487074729979924

Roof Top view Taj Mahal

Senja tiba, aku sudah duduk manis di roof top hotel. Ditemani 1 teko chai hangat seperti yang aku rencanakan, menikmati sunset di Taj Mahal. Dari kejauhan tampak puncak Taj Mahal berhiaskan belasan burung yang terbang mengitari. Aku sangat menikmati suasana senja itu. Suara adzan maghrib pertanda malam sudah bertugas menggantikan siang membuat aku harus beranjak kembali ke kamar.

1407487605148510904

Pagi masih gelap, jam masih menunjukkan pukul 5.30 pagi. Aku sudah check out di receptionist. Hari itu aku akan kembali ke New Delhi dengan naik kereta api jam 8.30 dari stasiun Agra. Masih ada waktu 3 jam sebelum kereta berangkat. Tiket sudah di tangan. Tersisa 1 tempat yang harus dikunjungi seperti aku janjikan di atas. Yah, tempat yang rencana awalnya Shah Jahan akan di makamkan.

Diantar rickshaw yang sudah aku charter seharga IRS 350 (70 ribu rupiah), aku mulai perjalanan pagi sebelum ke stasiun kereta Agra. Tujuan utamanya adalah suatu tempat yang oleh orang India lebih dikenal dengan istilah Back Side. Tempat itu sebenarnya bernama Mehtab Bagh Park. Sebuah taman yang tadinya di rencanakan oleh Shah Jahan untuk membuat kembaran Taj Mahal. Masih dengan arsitek yang sama namun marmer warna hitam akan mendominasi. Hal itu untuk menggambarkan rasa duka cita sang raja yang mendalam… “So sweet kan?” Namun sayang karena rencana itu digagalkan oleh putra sang raja sendiri yang telah menangkap dan memenjarakannya. Demi kekuasaan!

14074871211292187605

Tempat itu berseberangan dengan Taj Mahal. Hanya terpisah Sungai Yamuna, anak Sungai Gangga, sungai suci di India. Perjalanan ke Mehtab Bagh memakan waktu 30 menit dengan rick shaw. Aku di suguhi sunrise di sungai Yamuna sebelum tiba di Back Side.

14074871471940756346

Tiket seharga IRS 100 (Rp.20.000) sudah di tangan. Sementara warga lokal hanya di pungut bayaran IRS 5 (Rp.1000). Aku melangkah masuk ke dalam taman yang penuh bunga warna warni. Dari sini tampak Taj Mahal dengan bangunan di sisi kiri kanannya sangat indah tertimpa sinar matahari pagi. Konon, saat Taj Mahal usai di bangun jaman dahulu, puluhan ribu pekerja bangunan bersama Shah Jahan berkumpul di tempat ini. Mereka menangis mengagumi keindahan dan kemegahan bangunan yang telah mereka buat selama 22 tahun. Shah Jahan tentu saja melow dengan mengenang Ratu Mumtaz.

1407487190975070492

Tak salah memang jika bangunan ini masuk dalam deretan keajaiban dunia karena keindahan dan nilai arsitektur yang tinggi. Taj Mahal berarti permata di Istana, permata hati seorang raja untuk ratu yang sangat di cintainya.

14074872081313942678

Saran : Jika ke Taj Mahal, sempatkan ke Meghtab Park. View point terindah untuk menyaksikan bangunan cantik penuh pesona itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s